Minggu, 07 Desember 2014

Seru Banget Liburan Pakai Rush



Melakukan aktifitas yang bernuansa ekstrem, yang memicu laju adrenaline tubuh terpacu kencang kerapkali saya ikuti dalam beberapa kesempatan.Meski sempat juga membuat rasa takut saya terbit ketika akan melakukan kegiatan itu, namun biasanya berakhir dengan “happy-ending” :saya menikmatinya dengan segenap rasa. Contohnya ketika saya mengikuti kegiatan arungjeram di Citarik 3 tahun silam,saya sempat terpikir untuk mengurungkan rencana mengarungi sungai berarus deras itu dengan perahu karet bersama rekan-rekan kantor.
Saya akhirnya memutuskan untuk ikut setelah membayangkan betapa serunya menikmati petualangan alam bebas, mengarungi sungai, mengikuti alunan gelombang arus yang deras membawa para penumpang perahu karet berayun-ayun dan berusaha bergerak lincah menghindari bebatuan sungai.Saya sungguh menikmati sensasi itu dan senantiasa mengenangnya hingga kini.
Untuk mendapatkan kenyamanan dalam melakukan liburan menelusuri jalanan ekstrim enaknya pakai mobil apa ya? itu dia jawabannya enaknya pakai mobil Rush, terbukti sangat tangguh bin kuat untuk menemani perjalanan liburan kita dengan nyaman dan aman di perjalanan, mobil spesial dengan spesifikasi luar biasa untuk menjajal jalanan ekstrim ini telah terbukti sejak lama sebagai mobil handal untuk para adventurer.
Mobil Rush adalah mobil tangguh yang sangat oke bagi para petualang seperti saya, sudah mobilnya tangguh, bodinya oke punya lagi, tak perlu khawatir lagi dengan kenyamanan, semuanya ada pada mobil Rush. Untuk Info lebih lanjut tentang mobil Rush terbaru lihat di sini: http://www.toyota.astra.co.id/product/new-rush.

Mitos yang Tersebar dan Keliru Tentang Ebola



Ribuan penduduk benua hitam (Afrika) menjadi korban keganasan virus Ebola yang merambat begitu cepat ke beberapa Negara. Para ahli dan relawan yang ikut berpartisipasi menghalau penyebaran Ebola memperingatkan akan pentingnya pemahaman yang benar tentang hal-hal yang berkaitan dengan virus ini.
Sebagaimana dipublikasi oleh BBC, ada beberapa hal yang sebenarnya hanya mitos belaka terkait penyebaran virus Ebola ini, berikut ulasannya:
Tidak Mungkin Terpapar dari Penderita yang Meninggal
Salah satu mitos tidak benar yang menyebar erkait dengan virus Ebola adalah kesimpulan yang menyebutkan bahwa penularan virus Ebola tidak terjadi lewat penedrita yang telah meninggal dunia, fakta yang benar di lapangan justru sebalinya, bahkan WHO memperingatkan agar mereka yang menangani jenazah penderita Ebola harus yang benar-benar ahli dan berpakaian dengan pakaian pengaman yang lengkap agar tidak tertular melalui jenazah penderita Ebola.
Tidak Menular Melalui Hubungan Seks
Mitos lain yang tersebar terkaiat dengan virus Ebola ini adalah penyebaran melalui hubungan seks, sejatinya para ahli kesehatan mengatakan bahwa virus ini menyebar melalui cairan tubuh, termasuk cairan tubuh yang bisa menjadi jalan penyebaran adalah air mani.
Oleh karena itu, hindari hubungan seksual jika pasangan terjangkit virus berbahaya ini.
Petugas Kesehatan Pembawa Virus
Peristiwa unik ini terjadi di Negara Guinea ketika para petugas kesehatan dan para relawan harus diusir oleh penduduk setempat karena ditengarai sebagai biang penyebaran virus Ebola ini, namun mitos ini sungguh tidak benar, pasalnya sebagaimana yang dikatakan oleh lembaga kesehatan dunia (WHO) penyebaran virus ini bisa jadi dari hewan liar yang terjangkit Ebola lalu terjadi kontak langsung antara hewan tersebut dengan manusia sehingga virus menjangkiti orang tersebut.
Bawang yang Masih Mentah Serta Air Garam Sebagai Pelindung
Entah dari mana datangnya, sebagian warga Nigeria yang ketakutan terjangkiti virus Ebola meminum air garam dalam jumlah yang banyak, lantas kematiaan naas menimpa mereka, WHO memperingatkan masyarakat tentang palsunya resep penangkalan Ebola ini.
Begitu pula mitos palsu yang tersebar bahwa mengkonsumsi bawang mentah rutin selama 3 hari berturut-turut atau meminum susu secara rutin bisa menghindarkan dari terjangkit virus Ebola adalah tidak benar.